Saya hobi nonton film. Film apapun, kecuali film horor Indonesia dan film horor yang isinya bacok-bacokan. Euwh…
Normalnya, karena saya perempuan, harusnya saya lebih suka nonton film drama atau animasi lucu ketimbang film bertema action yang kadang sadis. Tapi ya gak juga… Saya nonton Troy – Director’s Cut, di mana adegan pedang ditusukkan ke tubuh divisualkan tanpa sensor. Saya juga nonton Transformers yang isinya mobil-mobil yang sebetulnya ekso-skeletal alien. Saya suka Fast & Furious, dari yang pertama hingga yang terakhir rilis, karena suka sekali dengan mobil dan kebut-kebutan. Saya tukang ngebut, dulu. Apapun saya suka… kecuali film horor. Bukannya penakut, itu lebih karena saya benci sekali dikagetin. Jantungan? Dikit
Sebelumnya mohon maaf ya, kalau postingan ini agak berat dibukanya. Heuheu…
Buat saya, nonton film di bioskop atau via pc/netbook bukan sekadar untuk menikmati visual yang ditampilkan. Saya juga menikmati soundtrack dan music score yang jadi lagu latar adegan di film-film yang saya tonton. Itu salah satu cara saya untuk update lagu-lagu terbaru. Ya meski bukan semuanya lagu baru juga, heheheh… Biasanya, saking sukanya sama satu film, saya bakal cari soundtrack-nya. Sampe dapet. Lagu Fallen – Lauren Wood yang jadi soundtrack film Pretty Woman itu salah satu lagu favorit saya, dan filmnya saya tonton entah udah berapa kali.
Beberapa bulan yang lalu saya ngotot cari soundtrack Rio Heist, Rio, Transformers, dan entah film apa lagi. Obsesi pasca nonton. Waktu nonton Rio Heist, saya sampe goyang badan di kursi pas adegan yang backsong-nya Danza Kuduro. Aheuahahaha… Yang belum tau dan suka lagu-lagu up-beat, coba browsing deh. Lagunya beneran asik buat goyang. Waktu itu (karena belum tau judulnya apa), saya sampe ngomong sendiri di kursi. Harus dapet ini lagunya, harus dapet! Pulang nonton, saya langsung berburu di 4shared, MediaFire, dan semua situs yang menyediakan proper download link soundtrack Rio Heist. Niat! Transformers sendiri, saya punya tiga album soundtrack untuk masing-masing filmnya. Itu masih ditambah lagi dua album music score untuk Transformers & Transformers 2: Revenge Of The Fallen. Kudu oleh kabeh lah pokokmen. Sayang untuk music score film terakhirnya, saya belum dapet. Ada yang mau bantu?
Saya suka dengerin music score karena kesukaan saya terhadap musik instrumental. Well… Honestly, saya suka semua genre musik dari era apapun, sih. Saya punya beberapa album music score dari film-film yang pernah saya tonton. Selain Transformers masih ada music score dari Pirates of The Caribbean, King Arthur, Harry Potter— apa lagi ya? Gak inget, banyak soalnya
Kalau menurut saya sih, cuma score Harry Potter yang gak bisa didengar terpisah. Halah. Maksudnya, untuk bisa nikmatin lagu-lagunya kita tetep harus sambil lihat adegan di filmnya. Mungkin karena emang khusus dibuat sebagai ambience music. Sisanya, enak-enak aja didengar tanpa harus sambil nonton.
Music score film-film Transformers ditulis oleh Steve Jablonsky, yang sempat saya kira Hans Zimmer. Mirip-mirip kalau diperhatiin dari musik yang digubah. Orchestral sound atau semacamnya— saya gak terlalu paham. Dari hasil browsing saya akhirnya ngeh, kalau ternyata Steve Jablonsky juga bekerja di studio milik Hans Zimmer, Remote Control Productions yang dulu dikenal sebagai Media Ventures. Kayaknya itu sebabnya kenapa style-nya hampir mirip, dan bikin saya sempat salah nebak.. Hihihi… Mungkin karena sebagian besar film yang saya tonton music score-nya adalah hasil karya Hans Zimmer. In my opinion, most of Hollywood movies’ score are written by him. Terutama yang terkenal di Indonesia. No?
Ingatlah Kungfu Panda, ahahahahaha…
Cuma saya sempat terkaget-kaget waktu denger score King Arthur dan Transformers dalam satu playlist. Score King Arthur – Another Brick In Hadrian’s Wall, bagian awalnya MIRIP sama Transformers – Prime. Gak persis plek, cuma seandainya belum pernah denger score Transformers secara utuh, kemungkinan bakal salah tebak juga. Kaya saya
Dari waktu rilis, jelas lebih dulu King Arthur yang muncul di bioskop (2004). Film pertama Transformers rilis tahun 2007. Well… Entahlah, mungkin karena (lagi-lagi, dugaan sok tau saya) Steve Jablonsky terinspirasi gaya Hans Zimmer menggubah score. Tapi, tetep, saya suka karya mereka berdua
Hans Zimmer pernah menulis score juga untuk film Da Vinci Code, Black Hawk Down, Frost/Nixon, The Last Samurai, Spirit: Stallion of The Cimarron, Gladiator, Angels & Demons, Batman Begins, Prince of Egypt, Pirates of The Caribbean: On Strangers Tide, Inception— banyak, banget. Saya gak hafal film apa aja yang pernah dia tulis score-nya
Sementara Steve Jablonsky known for Transformers (ketiga filmnya), The Island, The Amityville Horror, The Texas Chainsaw Massacre, Friday The 13th, The Hitcher, D-War, bahkan dia juga nulis score untuk The Sims 3!
Ini buat yang pengen nyoba denger dua lagu yang (menurut saya) mirip tadi…
Gimana? Emang keren ya hasil karya mereka berdua?
Saya sih gak akan milih salah satu dari mereka, siapa yang paling keren, karena memang saya suka keduanya. Dan yang terpenting, saya suka film yang menggunakan score hasil karya mereka
Music score itu maksudnya apa sih non?
score, partitur om..
*jubir norah*
Itu musik yang dipake untuk latar adegan-adegan di film, om. Biasanya (setau saya) memang musik instrumental, khusus dibuat untuk salah satu scene aja
Beda sama soundtrack yang diambil dari album yang sudah ada, atau juga dibuat khusus sama penyanyi/band tententu untuk film bersangkutan.
Makasih udah dibantuin, Mas Ova
Hans Zimmer itu salah satu komposer jenius. Dan kalo gak salah dia (memang) mentornya Jablonsky. XD
Definitely AGREE!
Hans Zimmer emang jempolan. Di Dark Knight dia bisa bikin gue pengin gigit-gigit meja saat denger scoringnya, termasuk ketika memutar CDnya di mobil, jalanan yg macet jadi bikin pengin ngeluarin batmobile
Jablonsky gue masih kurang merhatiin. Glad i read this post, I will listen more
A very brilliant composer! Sampe kebawa pengen ngeluarin batmobile ya, Uni
Makasih sudah berkenan mampir dan kasih komentar… ^^
Btw, dalam konteks film Indonesia, kami pernah coba memakai orkestrasi buat scoring Romeo Juliet (produksi 2008 rilis 2009). Kami suka banget karya Ananda Sukarlan cs disitu, tapi tampaknya masih belum kena selera pasar Indonesia.
*curcol
Woh… Padahal karya Ananda Sukarlan itu juga beneran bagus ya, sayang banget
eh, bener2 mirip ya lagunya
Untuk Another Brick In Hadrian’s Wall, yes. Terutama bagian depan lagunya
Great blog, did you use wordpress or blogengine? I made few blogs myself
It takes time but it is worth it!
Loved Hans Zimmer since his scores on Modern Warfare (game), but my favorite movie score composer is Danny Elfman. Burton-Elman-Depp makes an unbeatable movie combo
Haven’t heard of his scores. I’ll try to find it
oke, separuh dari tulisan ini saya ga ngerti… :p
Hahahaha… Bagian mananya yang gak ngerti? Tulisannya mungkin masih susah dicerna ya, maklum saya masih belajar nulis
ituh yg bkin musical Scorenya djarum syuper ‘my great adventure indonesia’ ,siapa non ?? :O
Waduh, kalo itu saya gak tau
Masih nyoba cari juga sih, dan gak dapet-dapet sampe sekarang.
jadi tau istilah score music gituan ….
itu istilahnya kayak minus one kan yaa ??
Hmm… Mungkin, semacam
halah ….
gitu deh kamoh …. =))
referensi film dan musikmu itu sungguh
semacam overwhelmed..
*eh overwhelmed apaan toh ?” pokoknya ya gitulah, jauh lah samja saya yg tetep aja hapalnya sontrek film2nya bang RHoma
Halah si om bisa aja…
Kalo saya mau nulis tentang Bang Rhoma dan lagu-lagunya, saya hubungin om deh..!
waaah, senangnya ada postingan ini. ini juga mewakili pikiranku, hanya gak ketulis aja. sama, setiap nonton film pasti merhatiin juga musiknya, dan hans zimmer one of the best, steve jablonski tak terpisahkan dari transformer.
kalo saya sich nonton filmnya aja, fokus ke jalan cerita… gak merhatiin musik.. hehehe