When all seems lost and in despair,
and you are swimming in a pool of sorrow,
let time heal your pain and save you from drowning.
Because, unlike us, time forgets.
From: Time Forgets – Yiruma
When all seems lost and in despair,
and you are swimming in a pool of sorrow,
let time heal your pain and save you from drowning.
Because, unlike us, time forgets.
From: Time Forgets – Yiruma
Perempuan itu berdiri mematung. Bergeming dari tempat kakinya menjejak selama entah berapa lama. Matanya nyaris tanpa kedip memandang langit lepas yang berhiaskan semburat jingga keemasan. Di hadapannya, rumput Miscanthus sinensis bergoyang dengan anggun mengikuti hembusan lembut angin senja.
Sesaat, matanya terpejam. Rapat.
Hati bicara, mata tak lagi terbuka, rasa mengalahkan logika.
Cinta?
Aku tak tau ini apa…
Pernahkah kau bertanya tentang rasa?
Jangan pernah…
Karena rasa tak butuh dipertanyakan.
Pernahkah kau bertanya tentang alasan?
Tak perlu…
Karena alasan tak pernah benar-benar dibutuhkan.
Aku hanya tau, ini adalah tentangmu…
Meski ini berarti apa, aku tak tau.
“Belum tidur?”
“Sebentar lagi, aku penasaran dengan akhir ceritanya…”
Kulihat senyum tersungging di wajahnya. Senyum hangat yang selalu kulihat, bahkan saat dia tengah penat atau kecewa. Tangannya mengusap pelan bahuku. Kuletakkan buku yang sedari tadi kubaca di pangkuanku. Salah satu hal yang kusukai dan selalu kulakukan sebelum rebah di peraduan.
Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes. She has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.
Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag. She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she finds the book she wants. You see the weird chick sniffing the pages of an old book in a second hand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow.
Aku terlalu mencintai keajaiban itu.
Keajaiban yang pernah ada untukku.
Bersyukur hingga detik ini masih menggenggamnya.
Merasakannya diantara telapak tanganku.
Aku begitu gembira…
Saat pertama kusaksikan, kurasakan, keajaiban itu muncul.
Ia ada…
Tak sadar aku menggenggamnya begitu erat, terlalu erat.
Tak tampak olehku, ia mulai mengalir perlahan disela jemariku.
Hingga tiba saatku tersadar, telah banyak ia berkurang.
Dayaku tak ada untuk kembali meraup yang telah lepas dari genggaman.
Aku terlalu lelah…
Kugenggam ia sembari berlari, terus berlari.
Membuatku tanpa sadar telah menggenggamnya terlalu kuat.
Membuatku tanpa sadar kehilangan sebagian darinya.
Aku masih terus berlari.
Menggenggam yang tersisa.
Tapi, genggamanku telah melemah…
Mencoba semampuku menahannya agar tak kembali lolos diantara jemariku.
Mencoba sembari terus bertanya, dimana nantinya aku akan berhenti.
Agar aku bisa menyimpan yang tersisa, di tempat tak terjangkau.
Agar aku bisa menjaganya.
Agar aku tak perlu kehilangan lebih banyak lagi.
- nonamerah -
Aku tak pernah bosan menulis ulang sajak rindu untukmu, cinta.
Dimana aku menemukan sosokmu nyata.
Dimana semua bayangan tertuang dalam imaji bahagia.
Aku tak pernah bosan memberitakan pada semua tentangmu, cinta.
Dimana aku menemukan hadirmu tak hanya sekedar citra.
Dimana gerimis senja menjadi pengantar cerita.
Aku tak pernah bosan merindukanmu, cinta.
Serupa kurindukan mentari pagi dan hangat sinarnya.
Serupa kurindukan aroma tanah basah selepas hujan menyentuhnya.
Aku merindukanmu, cinta.
Sangat…
Dimana kau…?
I remember the time,
When you said we’ll get through these all
I remember the time,
When you said there’ll be just both of us
I remember the time,
When you said you can’t go on without me
I remember it was on february,
The month of love you adore
Yes on february,
On a night covered by the stars
It was on february,
The day we used to live a new life
On february,
When we used to say “I do”
Could you still hear me calling,
Keep telling you everyday
In every whisper,
That I do miss you
Could you still hear my voice,
There in the arms of God?
*) picture taken from here
Mentari baru saja beranjak naik saat aku tiba di tempat ini. Tempatku bersembunyi saat segalanya menjadi begitu berat. Saat pertahanan terakhirku runtuh.
Kesunyian menyambut. Kesunyian yang dahulu tak pernah ada. Yang selalu terdesak oleh alunan nada penuh cinta darimu.
Hello, miracle…
Can I still be your gravity?
The only place you stand…
The only place you call home…
Hello, miracle…
Can I still be the gravity?
The only place you’ll come back to…
The only place you’ll stay until then…
Hello, miracle…
Can I still be a gravity?
The only place you’ll go toward…
The only place you’ll fall into…
Hello, miracle…
Am I still a gravity?
Am I still the gravity?
Am I still YOUR gravity?