Sweet Slice of April

Hari itu hari Sabtu, 28 April 2012. Jam 19.30 WIB.

Saya udah klakepan saking ngantuk dan capeknya. Nguap lebar berkali-kali sambil ngeliat kanan-kiri, merhatiin apa aja yang kayaknya menarik; mulai dari mas-mas yang bertanggung jawab sama lampu sorot segede galon di bagian atas ruangan sampai ke mereka yang lagi jongkok pewe–meminimalisir capek–di section Super Box. Makin ngeliatin sekeliling malah bikin saya makin ngantuk. Ngetwit? Mau twitteran aja ampun susahnya; berhasil post satu tweet aja kayaknya udah harus sujud syukur karena saya lagi di area semi-Hogwarts; alias sinyal susah banget nyangkut.

Continue reading

Perlindungan Terakhir

Orangtua saya selalu bilang,

Selain Papa sama Mama, kamu masih punya Allah buat minta dan berlindung, nduk.

Kalimat yang kadang bikin saya merasa betul-betul kecil dan makin merasa bahwa saya gak punya apa-apa.

Kalimat yang kadang juga menampar keras-keras sisi kepala saya, karena seringnya saya lupa akan mereka.

Kalimat yang bisa bikin airmata saya menetes dan mendadak sesenggukan akibat ingat semua kesalahan saya.

Continue reading

Pindahan!

Akhirnya setelah sekian lama, balik juga ke rumah peristirahatan satu ini. Maafkeun ya, saya sibuk sih. Sibuk ngetwit. *dilap pake kanebo*

Ini biasa terjadi–pada saya–kalo terlalu semangat ngoceh di twitter dan lagi seneng dapet tempat goler-goler baru. Iya, akhirnya saya pindah kost. HURRAH! Kost baru yang bikin saya bisa menunaikan kewajiban sebagai pegawai dengan lebih baik, karena ga susah sinyal lagi :mrgreen:

Continue reading

Mau Buka Banyak Atau Sedikit?

Disclaimer: Ini gak berhubungan dengan panggung dangdut.

Beberapa hari yang lalu, twitter lumayan ramai dengan hashtag #cleavageunite. Bagi yang ngikutin, gerakan *halah* ini dipelopori oleh @inemsipelayan yang upload foto belahan dada. Iya, belahan dada aja, alias cleavage. No areolas, no nipples, shown in the picture. Hashtag ini pun diikuti oleh kaum hawa yang lain, dengan ramai-ramai upload foto cleavage masing-masing; cuma memang di foto wajah para pemiliknya gak keliatan. Iyalah, judulnya #cleavageunite ya cleavage doang yang ditunjukin. Vitamin A banget lah buat para lelaki penghuni jagat twitter :mrgreen:

Continue reading

Zimmer – Jablonsky

Saya hobi nonton film. Film apapun, kecuali film horor Indonesia dan film horor yang isinya bacok-bacokan. Euwh…

Normalnya, karena saya perempuan, harusnya saya lebih suka nonton film drama atau animasi lucu ketimbang film bertema action yang kadang sadis. Tapi ya gak juga… Saya nonton Troy – Director’s Cut, di mana adegan pedang ditusukkan ke tubuh divisualkan tanpa sensor. Saya juga nonton Transformers yang isinya mobil-mobil yang sebetulnya ekso-skeletal alien. Saya suka Fast & Furious, dari yang pertama hingga yang terakhir rilis, karena suka sekali dengan mobil dan kebut-kebutan. Saya tukang ngebut, dulu. Apapun saya suka… kecuali film horor. Bukannya penakut, itu lebih karena saya benci sekali dikagetin. Jantungan? Dikit :mrgreen:

Sebelumnya mohon maaf ya, kalau postingan ini agak berat dibukanya. Heuheu…

Continue reading

Siapa Hendak Turut?

Harusnya sih judulnya Cinta dan Kereta.

Bukan. Kali ini saya gak nulis cerita fiksi yang konyol. Gak bisa bok… Ini juga bukan kisah cinta tentang dua orang yang ketemu di kereta secara gak sengaja, si cowok dan si cewek  judes-judesan, terus ketemu lagi di kota tujuan, akhirnya lama-lama jatuh cinta. Itu mah plot cerita film sama novel. Bukan juga cerita tentang orang yang jatuh cinta setengah mati sama kereta sejak pandangan pertama.

Continue reading

Tahun Ini, Kita Merayakannya Sendiri

Tak ada semarak warna-warni kembang api di langit malam.

Tak ada suara takbir yang terdengar dari masjid seberang.

Tak ada kesibukan seperti saat para ibu mempersiapkan hidangan.

Tak ada kemeriahan yang biasa terjadi saat seluruh sanak saudara berkumpul.

Tak ada tangis haru saat permohonan maaf terucap dalam simpuh.

Tak ada  tawa saat bocah-bocah menerima amplop kecil dengan senyum malu.

Karena tahun ini, kita merayakannya sendiri.

Jauh dari segala tradisi.

Jauh dari semua keriaan hari fitri.

Dengan wajah-wajah baru mengelilingi.

Dengan sisa pedih yang masih tersisa dalam hati.

Karena tahun ini, kita harus merayakannya sendiri.

Madiun, Sepanjang Ingatan -2-

Akhirnya setelah satu bulan–lebih, saya lanjutin lagi tulisan tentang kampung halaman saya, Madiun. Maapkeun kemalasan saya yang utang tulisan dan gak dibayar-bayar, ya. Ini saya bayar kok, bener deh… :(

Kali ini saya mau cerita tentang beberapa bangunan yang hilang, yang terpaksa harus tergantikan oleh bangunan baru, dengan fungsi yang baru pula. Termasuk salah satu di antaranya, sekolah saya.

Continue reading