The Lullaby

“Belum tidur?”

“Sebentar lagi, aku penasaran dengan akhir ceritanya…”

Kulihat senyum tersungging di wajahnya. Senyum hangat yang selalu kulihat, bahkan saat dia tengah penat atau kecewa. Tangannya mengusap pelan bahuku. Kuletakkan buku yang sedari tadi kubaca di pangkuanku. Salah satu hal yang kusukai dan selalu kulakukan sebelum rebah di peraduan.

Continue reading

A Girl You Should Date

Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes. She has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.

Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag. She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she finds the book she wants. You see the weird chick sniffing the pages of an old book in a second hand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow.

Continue reading

Siapa Hendak Turut?

Harusnya sih judulnya Cinta dan Kereta.

Bukan. Kali ini saya gak nulis cerita fiksi yang konyol. Gak bisa bok… Ini juga bukan kisah cinta tentang dua orang yang ketemu di kereta secara gak sengaja, si cowok dan si cewek  judes-judesan, terus ketemu lagi di kota tujuan, akhirnya lama-lama jatuh cinta. Itu mah plot cerita film sama novel. Bukan juga cerita tentang orang yang jatuh cinta setengah mati sama kereta sejak pandangan pertama.

Continue reading

Tahun Ini, Kita Merayakannya Sendiri

Tak ada semarak warna-warni kembang api di langit malam.

Tak ada suara takbir yang terdengar dari masjid seberang.

Tak ada kesibukan seperti saat para ibu mempersiapkan hidangan.

Tak ada kemeriahan yang biasa terjadi saat seluruh sanak saudara berkumpul.

Tak ada tangis haru saat permohonan maaf terucap dalam simpuh.

Tak ada  tawa saat bocah-bocah menerima amplop kecil dengan senyum malu.

Karena tahun ini, kita merayakannya sendiri.

Jauh dari segala tradisi.

Jauh dari semua keriaan hari fitri.

Dengan wajah-wajah baru mengelilingi.

Dengan sisa pedih yang masih tersisa dalam hati.

Karena tahun ini, kita harus merayakannya sendiri.

Madiun, Sepanjang Ingatan -2-

Akhirnya setelah satu bulan–lebih, saya lanjutin lagi tulisan tentang kampung halaman saya, Madiun. Maapkeun kemalasan saya yang utang tulisan dan gak dibayar-bayar, ya. Ini saya bayar kok, bener deh… :(

Kali ini saya mau cerita tentang beberapa bangunan yang hilang, yang terpaksa harus tergantikan oleh bangunan baru, dengan fungsi yang baru pula. Termasuk salah satu di antaranya, sekolah saya.

Continue reading

20 Hal [fill in the blank] Tentang Saya

  1. Waktu masih dalem perut disangka laki-laki, bahkan udah disiapin nama: Rangga Yudi Wira Pradana.
  2. Waktu SD tiap berantem sama anak cowok selalu pake kursi buat senjata.
  3. Dipanggil manol alias kuli pasar pas SMP gegara hobi ngangkatin segala macem.
  4. Mulai SD sampe SMA selalu disuruh jadi komandan regu baris-berbaris karena teriaknya paling kenceng.
  5. Bisa nyanyi lagu sontrek film India pake dua suara. Suara cowok & suara cewek.
  6. Hapal banyak sontrek film India plus aktor-aktrisnya. Jangan tanya kenapa.
  7. Kelebihan umur di wajah. Sering dikira lebih tua dari umur asli.
  8. Pernah naksir laki-laki yang udah punya anak istri… waktu kelas enam SD. Saya gak tau kalo dia udah nikah, sumpah!!!
  9. Seneng belajar bahasa asing, tapi gak ada yang sampe bener-bener lancar.
  10. Gak suka film horor, tapi seneng nonton acara hantu-hantuan.
  11. Kalo udah ngantuk, salah satu kaki bakal terus-terusan goyang.
  12. Punya kebencian berlebih terhadap duren dan warna kuning.
  13. Masih seneng jalan ke bagian mainan di dept. store buat liat-liat Barbie.
  14. Sering dikira pendiem gara-gara default setting wajah.
  15. Bisa tiba-tiba seseg kalo denger lagu yang feel-nya ngena.
  16. Gak bisa main alat musik. Satupun.
  17. Choco-addict.
  18. Sering gak berjodoh sama sepatu/sandal yang ditaksir di toko. Ukurannya pasti abis.
  19. Pecinta klenengan/gending Jawa.
  20. Ditakuti anak kecil. Gak tau kenapa :|

Kenapa cuma dua puluh? Soalnya itu tanggal lahir saya :mrgreen:

Fallen – Lauren Wood

I can’t believe it, you’re a dream comin’ true.
I can’t believe how I have fallen for you.
And I was not looking, was content to remain.
And it’s ironic to be back in the game.

You are the one who’s led me to the sun.
How could I know that I was lost without you…

And I want to tell you, you control my rain..
And you should know that you are life in my veins.

You are the one who’s led me to the sun.
How could I know that I was lost without you…

I can’t believe it, you’re a dream comin’ true.
I can’t believe how I have fallen for you.

And I was not looking, was content to remain.
And it’s erotic to be back in the game.

********

And yes, I’m back in the game. A worth-living-for game :P

Bye-bye, Classic Look!

Udah sejak lama saya disangka berumur lebih tua dari umur sebenernya. Sejak masih SMP bahkan seperti yang pernah saya alamin dulu. Miris gak sih, saya yang masih muda belia ini dikira udah tante-tante? :cry:

Kalo duluuu… tersangka utama sih wajah saya yang (katanya) emang terlalu *uhuk* dewasa. Sekarang beda lagi tertuduhnya. Sempat nyalah-nyalahin rambut saya yang panjang dan agak bergelombang ini sebagai penyebab utama wajah saya keliatan *uhuk* dewasa. Wajah khas Jawa saya makin keliatan klasik dengan model rambut yang sama klasiknya. Pengen potong, tapi takut gak direstuin sama mama. Kepikiran juga ini rambut udah nyaris sepinggang panjangnya. Mau dipotong kok ya sayang… Kalo gak dipotong kok bentuknya pun udah gak karuan…

Continue reading